Mengenal Sistem Traction Control pada Motor MotoGP

Sistem traction control yang terpasang pada motor berguna untuk mencegah terjadinya wheelspin. Pengertian wheelspin sendiri adalah keadaan di mana roda motor berputar lebih cepat dari seharusnya, tapi grip ban tak sanggup melayani, atau kalau untuk anak freestyle bilangnya burnout.

Fungsi sistem Traction Control sendiri terbagi menjadi dua bagian , bagian pertama adalah mengontrol torsi mesin supaya menjaga kondisi steady state plant, dan bagian yang kedua adalah mengontrol torsi pengereman untuk mencegah adanya torsi dengan memberi gaya gesek yang berbeda di antara kedua roda.
Mengenal Sistem Traction Control pada Motor MotoGP
Sistem Traction Control
Kegunaan Traction Control System juga dikenal sebagai anti-slip regulasi (ASR), biasanya sebagai fungsi sekunder dari anti-lock braking system (ABS) pada kendaraan bermotor. Alat ini khusus dirancang untuk mencegah hilangnya traksi dorongan roda saat di jalan. Dengan kemampuannya ini Traction Control System bisa membuat performa lebih tinggi pada kendaraan karena dapat melewati tikungan dengan kecepatan maksimal dan tetap stabil.

Fungsi Traction Control pada Motor

  • Mitos kontrol traksi yang pertama
Salah satu mitos terbesar adalah membuat motor lebih cepat. Sebenarnya, dengan sifat dasar dari Traction Control (TC) yang memotong tenaga saat roda belakang mulai berputar, dan itu hal itulah yang memperlambat motor. Ini lebih menuju pada membantu keselamatan daripada meningkatkan kinerja.
  • Mitos kontrol traksi kedua
Traction Control tidak akan mencegah kecelakaan. Terlalu dalam membuka gas ketika dalam posisi full miring di tikungan terutama di jalanan yang basah, di jalur licin atau pada saat ban masih dingin, hal tersebut masih bisa membuat biker terpeleset (lowside) ataupun terpelanting (highside).
  • Seting TC yang sempurna
Sebisa mungkin gunakan jumlah minimum kontrol traksi. TC seharusnya hanya mulai bekerja saat biker mulai mengangkat motor keluar dari tikungan dan ban belakang motor mulai berakselerasi dari bukaan gas. Hal tersebut yang digunakan sebagai tolak ukur jumlah TC, jika TC tidak aktif maka motor akan kesulitan berakselerasi. Terlalu banyak kontrol traksi akan membuat motor amat sangat lambat ketika di tikungan.
  • Pengereman yang bebas jatuh
Sebagian besar Antilock Breaking System (ABS) bekerja terlalu dini untuk balapan, namun versi balap terbaru menonaktifkan ABS pada ban belakang dan memungkinkan terjadinya roda ban belakang yang terangkat. Mereka memungkinkan pengereman maksimum pada ban depan dan sliding pada ban belakang. Dalam lintasan basah ABS adalah mutlak diperlukan.
  • Anti-wheelie
Wheelie merupakan kondisi di mana ban depan motor terangkat saat berakselerasi. Sistem anti-wheelie menghemat energi biker saat di lintasan. Tanpa anti-wheelie, bisa dipastikan bahwa ban depan akan terangkat dan terpaksa menutup gas. Kontrol anti-wheelie pada ZX-10R, RSV4 dan S1000RR sangat bagus sehingga biker bisa menggunakannya sebagai acuan, namun beberapa sistem terlalu mengganggu dan motor biker akan bisa lebih cepat dengan mematikan sistem yang menggangu tersebut.
  • Launch control
Pada motor MotoGP biker bisa menahan throttle, lalu melepaskan koplingnya, tapi sebagian besar sistem pengendali motor jalanan membatasi putaran, mengaktifkan anti-wheelie dan mematikannya setelah kecepatan tertentu. Biker tidak akan pernah mengalami start yang buruk dengan launh control, namun biker bisa melakukanya secara manual.
  • Quickshifters
Selain membantu biker memasukkan gigi dengan cepat pada kecepatan penuh, quickshifter benar-benar bagus untuk short-shifting pada saat menikung dengan kemiringan penuh, hal tersebut membuat suspensi terisi dan dan motor jauh lebih stabil. Road bikes seperti MV Agusta F4RR dan new S1000RR sekarang dilengkapi dengan autoblippers sebagai standar motor, yang menghemat penggunaan kopling dalam mengurangi gigi.

0 Response to "Mengenal Sistem Traction Control pada Motor MotoGP"

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung di OtoBiker.com, silahkan berkomentar dengan sopan.